Persaingan industri bisnis kopi sudah semakin ketat, hal ini dapat dilihat dari banyaknya para kompetitor yang semakin bermunculan dan saling menawarkan kelebihannya. Para pemain dalam industri semacamini semakin berlomba-lomba menawarkan keunikan dan nilai lebih yang akan diberikan kepada konsumen baik dari segi produk, layanan, dan sebagainya.
Marketing mingle dalam marketing merupakan suatu alat yang digunakan perusahaan untuk mencapai quarry marketing dalam pasar. Kopi Kapal Api merupakan kopi instanyang by menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing mingle (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif. Variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu menarik konsumen dengan baik sehingga meraih call dispensation sebesar 44,0 % pada tahun 2006 dan 44,3% pada tahun 2007.
The players in the tirelessness of this cordial increasingly competing offered the uniqueness and added value that inclination be foreordained to the established consumer from the candidly of the outcome, the employment, et cetera.
Kata kunci by: Kopi instan, marketing mingle, Kopi Kapal Api
ABSTRACT
The contention conducive to the tirelessness of the coffee obedient to has been increasingly expensive, this could be seen from the child up of the increasingly springing competitors and offered his surpluses.
Marketing mingle in marketing was an bring about that was adapted to at accessible the callers to reach the quarry marketing in the call. Kapal Api coffee was instan coffee showed his essence at accessible maximising the context 4 P marketing mingle ( Product, Price, Distribution, Promotion) that was competitive. The susceptibilities modification that was liked at accessible the consumer, the penalty that was covered at accessible all the circles, his availability that was right-minded closely all quondam the corner, as in good shape as the educative and artistic flier procedure could ensnare the consumer in good shape so as gained call dispensation of 44.0 % during 2006 and 44.3% during 2007.
Dengan lebih dari 500 perusahaan pengolahan kopi di Indonesia, maka tingkat persaingan di industri ini sudah pasti sangat tinggi.
Keyword: precooked Coffee, marketing mingle, Kapal Api Coffee
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Saat ini, pasar kopi olahan sudah menjadi industri yang sangat terfragmentasi. Secara garis besar, pemain di industri ini dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, yaitu mereka yang menggarap pasar nasional dan mereka yang bermain di pasar-pasar lokal.
Dari sudut pandang permintaan, pasar kopi bubuk di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Dibandingkan dengan Amerika Serikat, konsumsi kopi per kapita per minggu di Indonesia hanyalah sekitar 20%-nya.
Pangsa pasar kopi bubuk precooked di negara kita hingga kini masih dikuasai Kapal Api Group yang diproduksi oleh PT. Ini tentu saja merupakan indikator bagi daya tarik pasar. Santos Abadi Jaya. Perusahaan kopi bubuk yang tumbuh dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, lebih dari 81 tahun silam pada tahun 1927, itu kini menguasai mayoritas call dispensation kopi bubuk domestik.
Persaingan bisnis kopi di Indonesia cukup berat karena banyaknya pemain.
Saat ini terdapat sejumlah pemain untuk kategori produk kopi instan. Namun demikian karena tingkat konsumsi kopi Indonesia masih rendah, peluang industri ini sangat menjanjikan.
Banyaknya kompetitor merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam persaingan dunia usaha. Dalam memasarkan suatu produk sangat diperlukan kepaduan 4P yaitu Product, Price, Place, Promotion. Strategi marketing mingle dalam memenuhi kepuasan pelanggan dan mempertahankan awareness produk di mata pelanggan. Santos Abadi Jaya terhadap Kopi Kapal Api
1) Produk (product)
Kopi Kapal Api berawal dari tahun 1927 sebagai kopi dalam kemasan tanpa merk di Pasar Pabean, Surabaya.
2. Substansi Pembahasan
a. Strategi Marketig Mix PT. Dikarenakan mutu yang selalu terkendali produk tersebut disambut secara antusias oleh pasar.
Pada saat itu, pasar di Indonesia belum pernah mendapatkan pilihan kopi dengan kualitas sebaik Kapal Api. Ramuan istimewa Kapal Api menawarkan kualitas yang terbaik, rasa yang mantap dan aroma yang memikat.
Gambar 1.
Untuk memenuhi kebutuhan akan kenikmatan kopi, konsumen kini mendapatkan pilihan yang beragam mulai dari Kapal Api Special (kopi bubuk murni), Kapal Api Special Mix (kopi benefit gula), Kapal Api Kopi Susu (kopi, gula dan susu) sampai ke produk yang baru saja diluncurkan, Kapal Api Mocha (kopi, gula, susu dengan campuran coklat). by Diferensiasi Kopi Kapal Api
2). Harga (Price)
Dari segi harga, Kapal Api, kopi + gula sachet 25 g Rp 900, 00. Ini merupakan harga yang sangat terjaukau oleh masyarakat luas sehingga mampu bersaing dengan kompetitornya. Distribusi (Place)
Jalur distribusi yang digunakan oleh PT.
3). Santos Abadi Jaya untuk memasarkan Kopi Kapal Api sampai ke warung dan supermarket untuk mempermudah konsumen mendapatkannya dan tersedia dalam jumlah yang besar.
4). Promosi (Promotion)
Spesialisasi produk yang ditawarkan merupakan kunci dan strategi PT Santos Jaya Abadi untuk membidik pasar sehingga tetap melekat dengan lidah konsumen. Hal itulah yang memicu rasa optimisme Marketing Manager PT Santos Jaya Abadi Soegiono bahwa produk kopi tubruk yang diproduksi oleh perusahaannya mampu bersaing dengan produk lainnya. Kopi Kapal Api yang diklaim menggunakan 100% biji kopi pilihan dan tanpa campuran mampu mempertahankan konsumennya sejak awal berproduksi hingga sekarang. Menurut dia, keunikan rasa dari biji kopi yang diolah membuat kopi tubruk hingga saat ini masih tetap bertahan di tengah persaingan dengan kopi instan.
3. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Penulisan karya ilmiah ini dimaksudkan untuk megevaluasi strategi marketing mingle Kopi Kapal Api
b. Tujuan
1). Mengetahui strategi marketing mingle Kopi Kapal Api.
2). Memperluas wawasan mengenai marketing, khususnya mengenai strategi marketing mingle PT.
TELAAH PUSTAKA
1. Landasan Teori
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang seseorang atau kelompok memperoleh apa yang dibutuhkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai barang dan jasa. Santos Abadi Jaya. The American Marketing Association mendefinisikan pemasaran sebagai proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi (Kotler dan Keller, 2008).
Marketing mingle adalah suatu alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan marketing dalam pasar quarry. Marketing mingle terdiri dari 4P, yaitu outcome, penalty, occur, dan flier (Kotler, 2000). Apapun yang dapat memuaskan konsumen dapat disebut juga sebagai produk (Sampurno, 2009).
1). Produk (Product)
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar yang dapat memuaskan kebutuhan atau keinginan konsumen.
Produk dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu barang fisik, jasa, dan gagasan. by Kriteria produk meliputi outcome mark, importance, contrive, features, evaluate detail, packaging, sizes, services, warranties, dan returns (Kotler, 2000). Produk memiliki bagian yang penting yaitu evaluate detail (merek).
2). Harga (Price)
Secara sederhana harga dapat didefinisikan sebagai sejumlah uang yang diperlukan untuk membayar produk atau jasa. Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya dari barang atau jasa pesaing (Kotler dan Keller, 2008).
Secara lebih luas dapat dikatakan bahwa harga adalah sejumlah nilai konsumen yang dipertukarkan untuk memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Harga adalah satu-satunya elemen marketing mingle yang menghasilkan net income, sedangkan elemen yang lainnya merefleksikan biaya (Sampurno, 2009). Komponen harga meliputi lean penalty, discounts, allowances, payment aeon, and rely on terms (Kotler, 2000).
Place
Bertujuan untuk menjamin ketersediaan produk, sehingga client mudah dalam mendapatkan produk yang meliputi channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan ravish (Kotler, 2000).
3).
4). Promotion
Promosi produk merupakan cara perusahaan untuk melakukan komunikasi marketing. Marketing communication mingle terdiri dari 4 komponen utama yang saling berkaitan yaitu: advertensi (periklanan), promosi penjualan, open relations, dan actual selling (Sampurno, 2009).
Empat P menggambarkan pandangan penjual tentang alat pemasaran yang tersedia untuk mempengaruhi pembeli. Komponen promosi meliputi sales flier, advertising, sales binding, open relations, dan command marketing (Kotler, 2000).
Dari sudut pandang pembeli, setiap alat pemasaran dirancang untuk menyerahakan manfaat pelanggan. Robert Lauterborn mengemukakan bahwa empat P penjual berhubungan dengan empat C pelanggan. Product dipandang dengan memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen (Customer needs and wants), Price disesuaikan dengan kemampuan konsumen (Cost to customer), Place yang memiiki kenyamanan (Convenience), dan Promotion yang dapat menjalin komunikasi timbal balik antara prosusen dan konsumen (Communication).
2.
Perusahaan yang menang nantinya adalah perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara ekonomis, nyaman dan dengan komunikasi yang efektif (Kotler dan Keller, 2008). Objek Sudi
a. Profil Perusahaan
PT Santos Jaya Abadi yang mewarisi tradisi sekental kopinya. Sebagai usaha keluarga pemilik merk kopi terbesar di Indonesia, akar perusahaan ini mulai tumbuh dari sebuah industri rumah tangga sederhana di Surabaya, di mana lebih dari 79 tahun silam pada tahun 1927, Sang Pelopor Go Soe Loet memproduksi kopi terkenalnya. Lebih dari itu, inspirasi untuk senantiasa mengacu pada kualitas, menjadikan perusahaan mengalami kemajuan yang pesat dan berkelanjutan.
Dalam rentang waktu tak terlalu lama, perusahaan mulai memproduksi kopi dengan merk “Kapal Api” yang secara langsung mengaspirasikan simbol teknologi tertinggi dan kemewahan pada zaman tersebut.
Pada tahun 1970, perusahaan melakukan perkembangan sekaligus perubahan.
Generasi kedua mulai tampil untuk memastikan kelanjutan dan kesuksesan usaha dengan memperkenalkan mesin dan peralatan mutakhir, mengembangkan manajemen, meningkatkan keterampilan tenaga kerja serta memperluas penyebaran produk hingga tersedia di seluruh Jawa Timur.
Tahun 1980 kami membangun pabrik yang sekarang berada di Sepanjang, Sidoarjo, Jawa timur.
Melanjutkan sukses merk Kapal Api dan demi kepuasan pelanggan, PT Santos Jaya Abadi memperkenalkan beberapa merk kopi lain yang juga berhasil meraih sukses di pasaran, yaitu Excelso, ABC, Good Day, Ya dan Kapten.
Pada tahap ini, merk Kapal Api telah menjadi penyangga utama perusahaan yang tersebar rata di seluruh Indonesia sekaligus menjadi pemimpin pasar dengan rangkaian produk lengkapnya.
Hingga kini, PT Santos Jaya Abadi dengan rangkaian produknya telah menjadi bagian dari keseharian dan bahkan berlangsung dari generasi ke generasi.
PEMBAHASAN
Saat ini, dunia persaingan kopi instan sangat ketat. Kapal Api sebagai pelopor kopi instan masih merajai by pasar.
Berdasar hasil riset yang dilakukan MARS Indonesia pada 2006 dan 2007, perusahaan ini masih menjadi jawara di pasar serbuk penyegar badan dan penahan kantuk tersebut. Kalau mengacu pada “Indonesian Consumer Profile (ICP) 2008, Kapal Api Group (Kapal Api, ABC, Ya, dan Good Day) sulit digeser oleh produk kopi bubuk precooked manapun. Kemudian diikuti ABC, Nescafe yang mulai. Persaingan paronomasia makin ketat dengan munculnya berbagai merek kopi yang menawarkan keunggulannya masing-masing.
Produsen harus pandai menyusun strategi untuk menciptakan awareness produk dan menciptakan mindset positif by bagi konsumen. by
Kopi Kapal Api sebagai pemain lama dalam minuman kopi instan menunjukkan keberhasilan strategi marketing mingle yang dijalankannya. Sampai saat ini, Kopi Kapal Api masih bertahan by di peringkat pertama by dan terus mengoptimalkan strategi marketing mix-nya by (Product, Price, Place, Promotion ) dalam by merebut pangsa pasar lebih besar kopi instan. Produknya memiliki ramuan istimewa yang menawarkan kualitas yang terbaik, rasa yang mantap dan aroma yang memikat. Merupakan produk yang tepat untuk mengawali aktivitas dan sekaligus menemani sepanjang hari.
Sekali mencium aroma istimewanya, langsung mengerti bahwa Kapal Api adalah kopi terbaik yang ada di pasaran. by
Untuk memenuhi kebutuhan akan kenikmatan kopi, konsumen kini mendapatkan pilihan yang beragam mulai dari Kapal Api Special (kopi bubuk murni), Kapal Api Special Mix (kopi benefit gula), Kapal Api Kopi Susu (kopi, gula dan susu) sampai ke produk yang baru saja diluncurkan, Kapal Api Mocha (kopi, gula, susu dengan campuran coklat). Dibuat dari biji kopi pilihan serta diolah secara khusus, Kapal Api memberikan standar baru dalam menikmati rasa dan sensasi secangkir kopi. Ini merupakan strategi diferensiasi yang dilakukan oleh PT. Santos Jaya Abadi untuk menguasai call dispensation kopi instan di Indonesia.
Dalam hal distribusi, Kopi Kapal Api menggunakan jalur distribusi di warung-warung sampai supermarket dan by pasar tradisional yang tersebar merata di seluruh pelosok tanah susceptibilities serta menjangkau berbagai kalangan. Harga Kopi Kapal Api by yang ekonomis yaitu Rp 900, 00 / sachet dengan netto 25g mampu menyediakan kebutuhan konsumen di semua kalangan, khususnya usia 18-35 tahun yang dalam kehidupannya penuh dengan aktivitas.
Jumlah pendistribusiannya lebih banyak dari pada produk lain sehingga konsumen cenderung melirik Kopi Kapal Api karena sangat mudah untuk mendapatkannya.
Produk earth-shaking yang ditawarkan merupakan kunci dan strategi PT Santos Jaya Abadi untuk membidik pasar sehingga tetap melekat dengan lidah konsumen. Kopi Kapal Api yang diklaim menggunakan 100% biji kopi pilihan dan tanpa campuran mampu mempertahankan konsumennya sejak awal berproduksi hingga sekarang. Promosi yang dilakukan tidak tanggung-tanggung di media cetak, elektronik maupun secara bersinggungan langsung dengan konsumen yang dikemassecara inovatif, dedukatif, dan inpiratif yang mampu by menggiring konsumen menjadi berpikir positif.
Tahun 2007, Kapal Api bertengger di posisi teratas dengan porsi 44,3% sedikit lebih tinggi dari tahun 2006 yang memperoleh 44,0%. Oleh karena itu, konsumen Kopi Kapal Api menjadi semakin dekat dan selalu banyak menarik perhatian masyarakat luas.
Disusul kemudian oleh ABC, dengan porsi 17,9%, naik sedikit dari tahun 2006 yang mendapat porsi 17,5%. Sedangkan merek Ya bertengger pada posisi ke-6 pada 2006 dengan porsi 2,3% dan posisi ke-8 pada 2007 dengan porsi 2,2%. Sementara Good Day berada pada posisi ke-13 pada 2006 dengan porsi 0,6% dan posisi ke-11 pada 2007 dengan porsi 0,9%. Hanya saja, entire call dispensation mereka masih jauh di bawah Kapal Api Group.
Adapun yang mengikuti ketat Kapal Api Group pada posisi ketiga, keempat, kelima dan seterusnya adalah Nescafe, Torabika, Indocafe, Tugu Luwak, Kopi Mix, Ayam Merak, Gelatik, Singa, dan lain-lain.
gb 2
Sumber: Survei TBI 2000 – 2007, Frontier
KESIMPULAN
Kopi Kapal Api berhasil dalam mengoptimalkan strategi marketing mingle untuk memenuhi kepuasaan pelanggan. Inovasi produk terus dilakukan dengan differensiasi produk dengan variasi rasa dan harga yang terjangkau konsumen. Konsumen by diberi kemudahan untuk memperoleh produk di pasar dan tetap menjaga dan meningkatkan konsumen dengan menayangkan iklan maupun mengadakan kegiatan-kegiatan yang inovatif. Kopi Kapal Api harus tetap melakukan inovasi produk dan selalu menarik dan menjaga konsumen melalui promosinya, sehingga jika ada ancaman dari produk kompetitor, Kopi Kapal Api tetap dapat mempertahankan posisinya.
REKOMENDASI / SARAN
Kopi Kapal Api harus selalu memperhatikan kompetitor-kompetitor yang ada. Komunikasi pemasaran menjadi sangat penting karena masing-masing kompetitor akan terus melakukan inovasi bahkan saling tiru-meniru dalam rangka menaikkan call dispensation.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2008, INDONESIAN CONSUMER PROFILE (ICP), PT Capricorn MARS Indotama
Anonim, 2009, Harga Kopi Kapal Api, www.buku.kota-bekasi.web.id
Anonim, 2009, Kopi Kapal Api, Jelas Lebih Enak, www.
news.primeaccesscard.com
Anonim,2009, Menghadang Pesaing dengan Fighting Brand, www.frontier.co.id
Anonim, 2009, Tentang Perusahaan, www.kapalapi.co.id
Irawan, H., 2007, Menghadang Pesaing dengan Fighting Brand, www.wikimu.com
Kotler, 2000, Marketing Management Millenium Edition, tenth ed., Prentice-Hall, Inc., USA.
Sampurno, 2009, Manajemen Pemasaran Farmasi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Kotler, P., dan Keller, K.L., 2008, Manajemen Pemasaran Edisi 12, Cetakan III, Alih Bahasa oleh Benyamin Molan, 5-24; 177-183.
Entry Filed subsumed under: Marketing, Product head, Uncategorized.
Tags: Kopi instan, Kopi Kapal Api, marketing mingle.
Leave a Comment
Click here to thump commiserate with.