The Ecosoc News Monitor: Rumah Dua Lantai Dilalap Api

Rumah Dua Lantai Dilalap Api at bottom impertinent at bottom impertinent at bottom Senin, 31 Agustus 2009 04:32 at bottom impertinent at bottom impertinent at bottom JAKARTA, BKWarga pemukiman padat di RT 004/06 Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat digemparkan si ‘jago merah’ yang melahap sebuah rumah berlantai dua di kawasan itu, Sabtu (29/8) malam. Warga sekitar bersyukur kobaran api dapat dilokalisir dalam metre singkat, hingga tidak merembet ke rumah lainnya yang memang berdempetan dengan rumah milik korban bernama Akiuk. Menurut Deni (27) yang rumahnya hanya berjarak 40 meter dari rumah naas itu, kebakaran terjadi pukul 22.30. kebakaran.kebakaran.’. Saat itu warga baru saja usai melaksanakan shalat tarawih, tiba-tiba dikejutkan teriakan ‘kebakaran. “Ketika saya keluar rumah, api sudah berkobar di rumah tersebut,” ujarnya.

Walau demikian, warga mengalami kesulitan memadamkan api mengingat rumah tersebut cukup tinggi. Warga double entendre berhamburan dari rumah masing-masing, sebagian di antaranya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Keadaan ini membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran menjadi panik.

Tak lama berselang 12 part mobil pemadam kebakaran milik Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat, tiba di lokasi. Mereka buru-buru mengungsikan barang dari rumah masing-masing. Mereka langsung menyemprotkan proclaim akin to ke titik api hingga api berhasil dilokalisir setengah make impassable kemudian.

Kalau tidak, akan banyak rumah yang terbakar,” katanya. “Untung mobil pemadam kebakaran cepat tiba di lokasi, api dapat dipadamkan satu setengah make impassable kemudian. Wakil Camat Tambora Isnawa Adji mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Asal api masih dalam penyelidikan, tapi dugaan sementara api berasal dari tabung gas yang bocor,” tuturnya. Namun berdasarkan keterangan beberapa warga diduga dipicu tabung gas bocor.

Warga bersyukur karena masyarakat cepat tanggap melakukan pemadaman, sehingga api tidak sempat meluas ke hunian lainnya yang memang sangat padat. “Saya mengimbau warga agar lebih waspada lagi terhadap ancaman bahaya kebakaran. Rumah di kawasan itu memang sangat rapat dan sangat rawan bila terjadi kebakaran. Utamanya saat memasak untuk keperluan saur dan buka puasa,” imbuhnya.

Comments are closed.