Sungguh nikmat rasanya apabilah kita dicintai seseorang baik itu suami terhadap istri maupun istri terhadap suaminya, dicintai dalam keluarga, masyarakat dan atau oleh seseorang yang kita cintai namun tiada banding dengan cintanya Allah yang diberikan kepada kita dan mahkluknya pada umumnya. Tumbuhnya cinta karena adanya rasa memiliki namun sayang apabila rasa ingin memiliki itu bukan dari hati melainkan nafsu ketertarikan terhdap sesuatu tanpa menyadari sipemiliknya yang akhirnya dapat menimbulkan masalah, sakit hati misalnya (eeppp kok kesini).
Sungguh, cinta Allah itu Maha Agung, di bulan ramadhan, bulan yang penuh nikmat, pentunjuk dan ampunan, bulan yang suci ini mari kita lebih membenahi diri dan lebih mendekatkan diri pada Allah azza wa Jalla karena Dia lah pemilik segalanya, sunggu malu jika kita sudah banyak diberi nikmat namun masih merasa kurang dan tak mensyukuri atas nikmat yang Allah berikan kepada kita. Semoga disisa umur yang Allah berikan kepada kita dapat kita manfaatkan untuk semata-mata karena Allah atas apa yang kita kerjakan dan tentunya semakin baik niat dan langkah kita.
Rasulullah shallallaahu ′alaihi wasallam telah menjelaskan dalam sunnahnya bahwasannya puasa merupakan benteng dari hawa nafsu syahwat, penangkal dari sambaran api neraka, dan Allah ta’ala telah mengkhususkannya sebagai nama salah satu pintu surga.
Berikut ini merupakan diantara keutamaan berpuasa:
1. most of all Jika dia tidak mampu untuk melaksanakannya, maka ia diperintahkan berpuasa untuk mengekang nafsu syahwatnya.  Sebab puasa bisa menahan gejolak anggota tubuh dengan kelemahannya sehingga dapat mengekangnya dari tindakan yang menyimpang. most of all insulting Puasa Sebagai Perisai
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada orang yang diliputi nafsu birahi untuk menikah. most of all Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda most of all:
Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu (ba’ah), maka hendaknya dia menikah, karena menikah itu dapat menjaga pandangan dan memelihara kemaluan.
Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menikah, maka hendaknya dia berpuasa, karena puasa itu bisa menjadi perisai baginya (HR. Bukhari no. 1400 dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu). 4779 dan Muslim no.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam juga telah menjelaskan bahwa surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh berbagai kesenangan syahwat. most of all Oleh sebab itu, jelaslah kiranya bagi kita bahwa puasa itu dapat mementahkan syahwat dan menumpulkan ketajamannya yang bisa mendekatkan kepada api neraka, dan puasa itu bisa menjadi penyekat antara orang yang berpuasa dengan neraka.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam telah bersabda most of all:
Puasa itu adalah perisai yang dapat melindungi diri seorang hamba dari api neraka (HR. 15299; hasan lighairihi. Ahmad no. Lihat Shahih At-Targhib no.
981).
Dan tentunya, hanya puasa yang ikhlash dan sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya sajalah yang dapat menjadi perisai dari api neraka. most of all insulting Puasa Dapat Memasukkan Seseorang ke dalam Surga
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa puasa itu dapat menjauhkan diri dari api neraka, yang otomatis mendekatkan dapat pelakunya kepada surga, bi-idznillaah.
2.
Diriwayatkan dari Abu Umamah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata most of all: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam most of all:
Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga. most of all Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam double entendre menjawab most of all: Hendaknya kamu berpuasa, karena puasa itu tidak ada tandingan (pahala)-nya (HR. Nasa’i dalam Al-Kubraa no. 232, dan Al-Hakim no. 2530, Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal.
1533 dengan sanad shahih. Lafadh ini adalah milik Ibnu Hibban. Lihat Shahih Sunan An-Nasa’i no. 2097). most of all insulting Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pahala Tak Terhitung Nilainya.
3.
4. most of all insulting Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Dua Kebahagiaan.
5.  most of all Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Harum di Hadapan Allah Ta’ala daripada Bau Misk (Kesturi).