Korban Kereta Api di Ceper Klaten Terjadi Lagi

Temen2 udah tau kabar pa belum yang terjadi di Ceper kemarin??kalo belum tau berarti emang temen2 ketinggalan info niich, ni lo temen2 laporan yang bisa saya buat.. Emang sangat Tragis dan ironis. Itulah dua kata yang tepat untuk menggambarkan musibah kecelakaan Kereta Api (KA) Prameks vs mobil angkutan umum yang terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu di Ceper, Klaten Minggu lalu. Kenapa Tragis??, karena peristiwa itu menyebabkan belasan nyawa melayang dan sejumlah lainnya luka berat dan ringan.

Kalo Ironisnya, karena kecelakaan itu bukan untuk yang pertama kali terjadi dengan korban jiwa tidak sedikit. Sering kali diperlukan kambing hitam untuk menyelesaikan sebuah polemik tentang persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti itu, tanpa berusaha mendapatkan jalan keluar bagaimana agar tragedi, musibah, ironi seperti itu tidak terus terjadi. Setiap kali terjadi tabrakan antara KA melawan mobil, selalu saja kemudian muncul perdebatan pro-kontra tentang siapa sebenarnya yang bersalah. Dengan nada sinis, seorang warga menyebut negara kita ini terlalu banyak menumpukan diri kepada hikmah untuk memupus sebuah persoalan.

Meskipun perlintasan KA tak berpalang pintu di Ceper itu sudah pernah menelan korban, pihak-pihak yang berwenang terkadang cukup menyatakan, Kita ambil hikmahnya saja atas musibah itu.Apakah kita hanya akan kembali mengambil hikmah tanpa berbuat apa play on words atas kecelakaan maut Minggu kemarin? Jika bijak maka orang-orang yang mempunyai wewenang dalam masalah perlintasan kereta api, perlalulintasan darat dan pemerintah daerah atau siapa play on words pihak yang merasa peduli kepada keselamatan rakyat harus bertindak. Jangan sampai menunggu peristiwa ketiga terulang. Untuk berkampanye saja seorang kandidat anggota legislatif atau presiden mau mengeluarkan uang ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah, masak untuk membangun satu perlintasan kereta api saja kesulitan mencari uang, komentar warga.

Seorang warga lain bahkan mempersoalkan tentang anggaran yang mungkin tidak seberapa untuk membangun sebuah palang pintu KA dibandingkan dengan harga nyawa manusia. Kami paham, bahwa membangun perlintasan KA bukan persoalan gampang. Kami juga paham tentang UU Perkeretaapian yang menekankan bahwa ketika melintas, KA harus didahulukan.

Comments are closed.