JAYAPURA -Pasar Youtefa yang berada di wilayah Abepura, Kota Jayapura, Jumat ( 3/7) sekitar pukul 13.30 WIT terbakar. Akibat kebakaran hebat ini, puluhan kios ludes. Kerugian ditaksi mencapai miliaran rupiah.
Kejadian ini, bukan yang pertama kali.
Sejak pasar ini dibangun, kebakaran ini adalah yang ketiga kalinya.
Api diduga berasal dari sebuah genset yang meledak. Kebakaran pertama terjadi tahun 2005, kemudian kejadian yang sama terjadi tahun 2007 dan pada Jumat kemarin, merupakan kebakaran yang ketiga kalinya. Seorang saksi mata M.Tang mengungkapkan, saat peristiwa terjadi sebagian pedagang sedang melaksanakan tengah mengadakan Salat Jumat di kompleks pasar. Pada saat yang sama, sedang terjadi pemadaman listrik di wilayah pasar tersebut.
Dari sebuh toko di tengah pasar tersebut, muncul kepulan aasap hitam.
Warga dan pedagang sempat berupaya keras memadamkan api itu, namun tidak berhasil. Awalnya ada genset yang meledak, kemudian membakar toko tersebut. Tiupan angin kencang dan barang-barang yang mudah terbakar membuat api sulit dikuasai.
Di beberapa bagian toko, para pedagang dibantu beberapa warga mengeluarkan seluruh isi toko ke jalan. Upaya ini, cukup berhasil, meski terpaksa barang-barang dagangan hancur atau rusak karena hanya diletakan begitu saja di jalan.
Terlihat pula beberapa orang terutama kaum perempuan yang menangis histeris melihat kobaran api.
Di bagian lain dari los pasar yang sedang terbakar, pedagang melakukan upaya memutus merembetnya api dengan cara merusak bangunan, merobohkan tiang, agar api nantinya tidak menyebar lebih luas di seluruh baian pasar. Tak sedikit juga warga yang memanjatkan doa agar musibah tersebut tidak menimpa jualannya.
Mobil pemadam kebakaran baru datang, beberapa saat setelah api sudah membesar membakar pasar. Samapi di lokasi kebakaran double entendre agak sudah langsung melaksanakan tugasnya, karena kerumunan warga yang datang menyaksikan kebakaran tersebut. Yang saya tahu, awal mula api berasal dari Genset toko Aneka Rahmat milik H.
Beberapa warga dan saksi mengaku, melihat awal mula api dari sebuah genset yang meledak. Abdul Samad yang diduga terjadi konslet setelah listrik menyala. Saat api mulai muncul, kita berusaha menarik dan membuang genset dari atas ke bawah.
Tapi saat dijatuhkan ke bawah, genset sempat meledak, ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (3/7). Tapi, karena saat itu, tidak ada hype ditambah tiupan angin yang cukup kencang, sehingga api mulai merembet ke kios-kios lainnya.
Diungkapkan, saat api mulai membesar, dirinya dan sejumlah warga sudah berusaha untuk memadamkan api.
Saya pikir terjadinya kebakaran ini akibat seringnya pemadaman listrik yang terjadi secara tiba. Sebelum terjadi konslet, sudah dua kali listrik mati, tapi sebentar hidup lagi. Konslet terjadi di kabel genset saat listik nyala yang ketiga kalinya setelah listrik sebelumnya padam, ungkapnya. Menurutnya, saat terjadi konslet, pemilik Toko Aneka Rahmat dan sejumlah karyawan laki-laki sedang pergi salat Jumat, sehingga saat itu toko tersebut hanya dijaga karyawan perempuan.
Senada diungkapkan, Arman (31) salah seorang karyawan di samping Toko Aneka Rahmat.
Seumpama genset itu diletekkan di bawah, mungkin warga bisa dan para pedagang bisa menolong atau emblematic api bisaa cepat dipadamkan.
Tapi, karena jenset diletakkan diatas, sudah pasti agak susah untuk memadamkan apinya, tandasnya.
Sementara itu, menurut penuturan Hj.
Saya tidak tahu asal mula api karena saat ini kita semua ada di masjid. Farida pemilik Toko Jempol Emas, akibat kebakaran ini, tiga petak toko miliknya yang berisi barang-barang kelontongan ludes terbakar, dan hanya sedikit barang saja yang bisa diselamatkan.
Tiba-tiba, saat mau kembali ke toko api sudah membesar dan telah membakar tokonya. Ya, kalau ditaksir akibat kebakaran ini kerugian bisa mencapai 400-an juta, ungkapnya.
Kendati toko petak tokonya terbakar, Hj. Dia menyakini, peristiwa ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT, sehingga apapun yang terjadi dirinya harus ikhlas dan tawakal menghadipinya.
Farida berusaha tegar dan tambah menghadapinya.
Sementara itu, menurut keterangan sejumlah pedagang, akibat musibah kebakaran ini, 1 blok berisi 10 petak toko dan 3 los (lorong), dimana masing-masing los berisi 20 kios, ludes terbakar.
Terkait dengan kejadian ini, para pedagang mengaku sangat menyayangkan lambatnya kinerja petugas pemadaman kebakaran turun lokasi. Disamping itu, mereka juga mengkritisi sikap Pemerintah Kota (Pemkot) yang tidak menyediakan fasilitas penampung hype untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Justru yang datang duluan malah mobil tangki dari PDAM, ungkap Iwan pedagang buah-buahan.
Saya heran dengan petugas pemadam kebakaran, padahal saat api belum terlalu besar saya langsung telpon ke kantor tapi mereka baru datang satu shove kemudian setelah api sudah membesar dan merembet ke toko-toko dan kios-kios.
Dia menyarankan kepada Pemkot, untuk kedepannya guna mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran seperti ini, paling tidak di pasar ini harus ditempatkan mobil pemadam kebakaran, supaya saat kebakaran terjadi bisa langsung diatasi.
Ditempat terpisah, Wakil Walikota Jayapura, Soedjarwo,BE yang ditemui oleh wartawan saat meninjau kebakaran yang ada di Pasar Youtefa mengungkapkan bahwa kebakaran hebat yang diduga akibat meledaknya mesin genset disalah satu kios, akan tetapi apakah benar demikian atau ada penyebab lain, itu merupakan kewenangan dari pihak yang berwenang untuk mengungkapkannya.
Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan lagi kedepan, ia akan meminta kepada pihak yang berwenang untuk memindahkan mobil pemadam kebakaran lebih dekat di wilayah yang rawan, terangnya.
Kapolresta Jayapura, AKBP Robert Djoenso yang berada dilokasi juga terlihat sibuk menggunakan teropong untuk memantau langsung kejadian tersebut.
.
Sementara itu, terkait dengan kejadian ini, Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Jayapura langsung memintai keterangan kepada 5 orang saksi. Termasuk mengamankan sebuah genset yang hangus terbakar yang diduga sebagai sumber api.
Kelima orang saksi itu, diantaranya pemilik Kios Aneka Rahmat, Haji Aco bersama dengan 4 karyawannya, yakni Jalali (25), Ria, Anik dan Sukma masih dimintai keterangan secara intensif dan belum diketahui hasilnya.
Sekitar pukul 10.00 Wit, listrik kembali menyala sehingga ia kembali mematikan genset tersebut.
Namun, Jalali, salah seorang karyawan Haji Aco sempat mengatakan bahwa sekitar pukul 08.00 Wit, listrik sempat padam sehingga ia langsung menyalakan gencet di kios tersebut. Listrik kembali padam sekitar pukul 11.00 repartee sehingga ia kembali menyalakan genset.
Setelah itu, saya tinggal salat Jumat. Saya tahu sudah terbakar ketika pukul 14.00 repartee, melihat asap dari kejauhan, imbuhnya.
Kami masih periksa 5 saksi, katanya.
Kapolresta Jayapura AKBP Roberth Djoenso SH didampingi Kasat Reskrim AKP Y Takamully SH, MH saat dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya masih memintai keterangan secara intensif.
Soal kebakaran pasar itu, Kapolresta mengungkapkan dugaan sementara karena meledaknya genset di Kios Aneka Rahmat tersebut.
Dalam kebakaran itu, Kapolresta menyebutkan deposition sementara yang dihimpun tercatat sedikitnya ada 2 los dan 58 kios dengan kerugian sementara ditaksir Rp 1 miliar lebih.
*** Rumas Kadis DKP Kota Ludes Terbakar
Sementara itu, kebakaran juga terjadi pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIT di Abepura. Soltief, SE yang terletak di BTN Kamkey Bawah, Kelurahan Awiyo, Abepura Bawah dilalap si jago merah. Kali ini menimpa rumah Kepala Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Jayapura M.
Akibat kejadian ini, bangunan berlantai dua ini, habis terbakar tinggal menyisakan puing-puing saja. Sementara itu, atas kejadian ini kerugian materil ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Saat ditemui M.
Saat lampu menyala, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Soltief menceritakan, awal mula terjadinya kebakaran ini saat lampu listrik di rumahnya menyala, setelah sebelumnya terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Sedangkan saat itu saya sedang melaksanakan Salat. Setelah saya lihat, ternyata yang meledak kulkas yang ada diruang makan, ujar M.Soltief saat ditemui Cenderawasih Pos, semalam.
Saat Kulkas meledak, api langsung mengenai diregen bensin pembabat rumput yang berada disamping Kulkas.
Ia bersama seorang warga sudah berusaha memadamkan api. Setelah, api mengenai bensin, api langsung membesar dan mulai menjalar ke horden dan kayu jendela. Namun, karena api sudah besar, sehingga dirinya langsung bergegas mengambil kunci untuk menyelamatkan mobil pribadinya jenis Escudo keluar rumah.
Setelah itu, dirinya berusaha kembali kerumah untuk menyelamatkan motor dan mobil dinas jenis Innova, namun tempat untuk mengantung kunci sudah terbakar, sehingga motor dan mobil tersebut tidak bisa diselamatkan.
Ya, mau bagaimana lagi karena kondisi api sudah semakin besar, ya kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengeluarkan mobil Escudo saja.
Ditambahkan, akibat kejadian ini, dia menaksir kerugian materiil yang dideritanya sekitar 1,4 M. Sedangkan tiga motor saya, Supra X, Vario dan Yamaha Thunder serta mobil dinas Innova tidak bisa diselamatkan, ungkapnya. Kendati, disadari kebakaran ini merupakan musibah dan cobaan, tapi kejadian ini diyakininya akibat pemadam listrik yang sering terjadi secara tiba-tiba.(mud/ade/ind/bat)
<!– You can start editing here.